PANDUAN ETIK PRODI D III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN

POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

PRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN

BAB I

Pasal 1

Ketentuan Umum

(1)       Tata tertib kehidupan kampus bagi dosen adalah ketentuan yang mengatur hak dan kewajiban dosen, larangan, tata karma, dan sanksi bagi dosen yang melakukan pelanggaran.

(2)       Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada program studi di lingkup Poltekkes Kemenkes Surabaya yang mempunyai hak dan memenuhi kewajiban sesuai peraturan/ketentuan yang berlaku.

(3)       Hak dosen adalah sesuatu kewenangan yang dimiliki dosen terkait dengan fungsi dan perannya sebagai warga Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(4)       Kewajiban dosen adalah sesuatu yang harus dilakukan terkait dengan fungsi dan jabatannya sebagai warga Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(5)       Larangan adalah segala perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh dosen.

(6)       Tata Krama adalah adat, kebiasaan, norma, dan aturan sopan santun yang perlu diikuti dalam pergaulan kehidupan kampus sehari-hari oleh mahasiswa, terkait dengan hak dan kewajiban dosen.

(7)       Pelanggaran adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan norma yang berlaku.

(8)       Sanksi adalah hukuman yang bersifat akademik dan atau administrasi yang dijatuhkan kepada dosen yang melakukan pelanggaran.

(9)       Poltekkes Kemenkes Surabaya adalah perguruan tinggi yang menyelenggaraan program studi DIII dan DIV yang berada di beberapa Jurusan.

(10)    Direktur adalah pimpinan tertinggi penyelenggara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Pembina tenaga pendidikan, mahasiswa dan tenaga administrasi dan bertanggung jawab kepada Kapusdiklatnakes BPPSDM Kemenkes RI di Jakarta.

(11)    Kajur adalah pimpinan unsur pelaksana akademik dalam suatu Jurusan.

(12)    Kaprodi adalah pimpinan unsure pelaksana akademik dalam suatu Program Studi

(13)    Dosen adalah tenaga akademik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar.

Pasal 2

Syarat Menjadi Dosen

Syarat untuk menjadi dosen adalah :

(1)       Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

(2)       Berwawasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

(1)       Memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(2)       Memiliki moral dan integritas yang tinggi sesuai persyaratan yang diajukan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(3)       Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap bangsa, negara dan institusi

Pasal 3

Tugas Dosen

Secara Umum tugas seorang dosen meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu :

(1)       Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan wewenang jabatan akademiknya;

(2)       Melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka pendidikan dan pengajaran atau dalam kegiatan pengembangan ilmu sesuai dengan wewenang jenjang jabatan akademiknya;

(3)       Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pengajaran atau dalam kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan sesuai dengan wewenang jenjang jabatan akademiknya.

BAB II

Hak dan Kewajiban

Pasal 4

Hak Dosen

Setiap dosen Poltekkes Kemenkes Surabaya mempunyai hak :

(1)       Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik;

(2)       Melakukan pengajaran sebaik-baiknya dan memberikan layanan bidang akademik sesuai wewenang jenjang jabatan akademiknya;

(3)       Memanfaatkan fasilitas dalam rangka kelancaran proses belajar;

(4)       Mendapat bimbingan akademik dari dosen senior yang jenjang jabatannya lebih tinggi

(5)       Memperoleh penghargaan untuk mendorong dan meningkatkan prestasi akademiknya;

(6)       Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai peraturan yang berlaku;

(7)       Memperoleh layanan kesejahteraan dalam bentuk karir peningkatan pendidikan dan latihan sesuai wewenang jabatan akademiknya.

(8)       Mempeorleh penghargaan setiap menghasilkan karya ilmiah dan atau prestasi kerja lainnya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 5

Kewajiban Dosen

Setiap dosen mempunyai kewajiban :

(1)       Memberikan pengajaran, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

(2)       Mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya;

(3)       Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan

(4)       Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dan menjaga kewibaan Poltekkes Kemenkes Surabaya,

(5)       Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomunikasi

BAB III

Larangan

Pasal 6

Setiap dosen dilarang :

(1)       Melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan atau norma yang berlaku di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya;

(2)       Menyalahgunakan nama lembaga dan segala bentuk atribut untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu;

(3)       Memalsukan atau menyalahgunakan karya ilmiah, surat, dokumen, kuitansi, nilai, tanda tangan dan rekomendasi pejabat, dosen, karyawan untuk kepentingan pribadi, orang lain atau kelompok tertentu;

(4)       Menyimpan, memiliki, atau menggunakan, meyewekan peralatan, barang milik Poltekkes Kemenkes Surabaya secara tidak sah;

(5)       Melakukan pencurian, mengotori, dan merusak ruangan, bangunan, peralatan dan sarana milik Poltekkes Kemenkes Surabaya;

(6)       Menimbulkan ketidaktertiban di lingkungan kampus;

(7)       Bertingkah laku melanggar norma susila, penghinaan, pencemaran nama baik Poltekkes Kemenkes Surabaya atau peraturan lain yang berlaku;

(8)       Membawa, menyimpan, mengedarkan, mengkonsumsi dan memperdagangkan obat keras, minuman keras dan narkoba di dalam maupun di luar lingkungan kampus;

(9)       Melakukan kegiatan yang mengarah ke perjudian;

(10)    Membawa, menyimpan dan menggunakan senjata tajam, senjata api dengan disadari maupun tidak disadari dapat membahayakan diri sendiri dan atau orang lain;

(11)    Melakukan perkelahian di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

BAB IV

Pasal 7

Tata Krama Menyampaikan Pendapat

Tata karama menyampaikan pendapat diatur sebagai berikut :

(1)       Dosen yang mau menyampaikan pendapat di depan umum wajib memberitahukan Kaprodi sebelumnya;

(2)       Dosen yang mau menyampaikan pendapat berhak memperoleh perlindungan hukum dan jaminan keamanan;

(3)       Bentuk penyampaian pendapat dapat berupa dialog dengan nuansa akademik disertai pendapat tertulis;

(4)       Prosedur penyampaian pendapat diajukan minimal 2 (dua) hari sebelum pendapat dilakukan kepada Kaprodi.

BAB V

Pasal 8

Tata Krama Pergaulan

Tata Krama pergaulan dosen adalah :

(1)       Mengembangkan semangat kekeluargaan dan saling menghormati tanpa membedakan latar belakang ekonomi, suku, agama, ras dan golongan;

(2)       Mengembangkan kepekaan sosial, kesetiakawanan, dan solidaritas antar sesama;

(3)       Mengembangkan sikap sopan santun dalam berperilaku dan berpikir;

(4)       Menampilkan sikap hormat dan menghargai pejabat, dosen, karyawan, mahasiswa dengan menghindari berbicara dan bersenda gurau secara berlebihan;

Pasal 9

Tata Krama Berkomunikasi

Tata krama berkomunikasi meliputi :

(1)       Tata krama dosen dengan mahasiswa meiputi :

  1. Mengenal mahasiswa di lingkungannya
  1. Bersikap hormat dan bertindak adil kepada setiap mahasiswa
  2. Pertemuan dengan mahasiswa dalam bentuk konsultasi dan atau bimbingan didasarkan pada perjanjian sebelumnya
  3. Menjunjung tinggi kejujuran akademik

(1)       Tata krama dosen dengan karyawan

  1. Mengenal pegawai administrasi sesuai dengan bidang urusan masing-masing
  2. Pada waktu memerlukan layanan karyawan perlu mempertimbangkan waktu dan memberitahukan identitas dosen
  3. Menunjukkan sikap sopan

(2)       Tata karma dosen dengan dosen

  1. Bersikap saling menghargai dan bersopan santun dalam pergaulan
  2. Saling membantu dan tidak saling merugikan
  3. Tidak merasa lebih pintar dari dosen lain
  4. Saling mengingatkan apabila ada teman sejawat yang berbuat kesalahan

Pasal 10

Tata Krama Berpenampilan

Tata Krama berpenampilan adalah :

(1)       Mengenakan pakaian bersih, rapi, sopan, serasi dan tidak berlebihan sesuai dengan tempat, waktu dan situasi;

(2)       Mengenakan pakaian seragam sesuai aturan yang berlaku di Poltekkes Kemenkes Surabaya Poltekkes Kemenkes Surabaya

Pasal 11

Tata Krama dengan Lingkungan

Tata Krama terhadap lingkungan diatur sebagai berikut :

(1)       Ikut serta memelihara fasilitas dan lingkungan kampus

(2)       Ikut menjaga keamanan dan kebersihan fasilitas ruang di kampus

(3)       Menjaga sarana dan prasarana milik kampus

(4)       Ikut menjaga ketertiban dalam parkir sepeda motor atau mobil di lingkungan kampus

Pasal 12

Pelanggaran

Pelanggaran oleh dosen dapat berbentuk :

(1)       Bersikap dan bertindak dapat meronrong, menjatuhkan nama baik almamater

(2)       Merongrong kewibawaan pejabat di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam menjalankan tugas dan jabatan

(3)       Bertindak menyalahgunakan dan melampui wewenang yang ada pada dosen bersangkutan

(4)       Bertindak sewenang-wenang dan tidak adil terhadap bawahannya, mahasiswa maupun sejawat dosen

(5)       Membocorkan rahasia jabatan dan atau rahasia Negara

(6)       Membocorkan soal atau kunci jawaban

(7)       Melakukan pungutan tidak sah dalam betuk apapun di dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan pribadi atau golongan

(8)       Melawan atau menolak tugas dari atasan

(9)       Menghalangi, mempersulit penyelenggaraan kegiatan akademik dan non akademik yang telah ditetapkan institusi

(10)    Mencampuri urusan administrasi pendidikan tanpa wewenang sah dari institusi.

(11)    Melakukan perbuatan curang dan memalsukan dokumen penting seperti nilai, ijazah, sertifikat dan dokumen lainnya

(1)       Menyalahgunakan nama, lambang dan logo Poltekkes Kemenkes Surabaya

(2)       Menggunakan tidak sah ruangan, bangunan, maupun sarana lain milik Poltekkes Kemenkes Surabaya

(3)       Menyebarkan tulisan dan faham-faham yang terlarang oleh pemerintah

(4)       Memeras dan berjudi serta mengkonsumsi, membawa, mengedarkan obat-obat terlarang di dalam maupun di luar kampus

(5)       Menghasut atau mengadu domba sehingga timbul perselisihan di antara civitas akademika Poltekkes Kemenkes Surabaya

(6)       Melakukan plagiat dalam karya tulis ilmiah dan bentuk kegiatan ilmiah lainnya

(7)       Dan lain-lain yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku lebih tinggi.

Pasal 13

Sanksi

Setiap pelanggaran terhadap tata karma kehidupan kampus ini dikenai sanksi sebagai berikut :

(1)       Jenis sanksi

  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Peringatan keras
  4. Penundaan kenaikan gaji berkala
  5. Penundaan kenaikan pangkat
  6. Penundaan kenaikan jabatan
  7. Pembebasan tugas
  8. Pemberhentian

(2)       Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi

  1. Kaprodi untuk jenis teguran
  2. Ketua Jurusan untuk jenis peringatan keras
  3. Direktur untuk jenis pelanggaran selain teguran dan peringatan

(3)       Keputusan penetapan berisi ;

  1. Identitas dosen lengkap
  2. Pertimbangan atau konsideran secara lengkap disertai fakta dan alat bukti
  3. Pasal-pasal yang dilanggar
  4. Isi keputusan
  5. Hari, tanggal, nama dan tanda tangan pihak yang menjatuhkan sanksi

Pasal 14

Panitia Pertimbangan Pelanggaran Tata Krama

Setiap ada pelanggaran tata krama oleh dosen, maka :

(1)       Kaprodi menunjuk panitia pertimbangan pelanggaran tata krama (Pantib), bila mana diperlukan ditetapkan oleh surat keputusan Direktur

(2)       Keanggotaan Pantib terdiri dari tenaga akademik yang diangkat oleh Direktur untuk masa jabatan 2 (dua) tahun

(3)       Keanggotaan Pantib disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(4)       Pantib memiliki tugas dan wewenang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelanggaraan tata krama ini

(5)       Hasil penyelidikan dan pemeriksaan dilaporkan kepada Kaprodi tembusan kepada Kajur dan keputusan akhir ditangan Direktur.

(6)       Dosen yang melakukan pelanggaran diberikan hak untuk membela diri dihadapan Direktur, baik lisan maupun tertulis disaksikan oleh Kajur, Kaprodi sebelum Direktur memberikan keputusan akhir.

Pasal 15

Ketentuan Penutup

Peraturan Tata Krama ini berlaku juga bagi :

(1)       Dosen tetap

(2)       Dosen tidak tetap

(3)       Tenaga penunjang akademik; tenaga laboran, perpustakaan, teknisi, administrasi baik tetap maupun honorer.

Keputusan yang berisi tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diadakan perubahan seperlunya bila terdapat kesalahan atau karena penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

-

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA

POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

PRODI D-III KEPERAWATAN KAMPUS TUBAN

BAB I

Pasal 1

Ketentuan Umum

(1)       Tata tertib kehidupan kampus bagi mahasiswa adalah ketentuan yang mengatur hak dan kewajiban mahasiswa, larangan, tata karma, dan sanksi bagi mahasiswa yang melakukan pelanggaran.

(2)       Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada program studi di lingkup Poltekkes Kemenkes Surabaya yang mempunyai hak dan memenuhi kewajiban sesuai peraturan/ketentuan yang berlaku.

(3)       Hak mahasiswa adalah sesuatu kewenangan yang dimiliki mahasiswa terkait dengan fungsi dan perannya sebagai warga Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(4)       Kewajiban mahasiswa adalah sesuatu yang harus dilakukan terkait dengan fungsi dan perannya sebagai warga Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(5)       Larangan adalah segala perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa.

(6)       Tata Krama adalah adat, kebiasaan, norma, dan aturan sopan santun yang perlu diikuti dalam pergaulan kehidupan kampus sehari-hari oleh mahasiswa, terkait dengan hak dan kewajiban mahasiswa.

(7)       Pelanggaran adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan norma yang berlaku.

(8)       Sanksi adalah hukuman yang bersifat akademik dan atau administrasi yang dijatuhkan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran.

(9)       Poltekkes Kemenkes Surabaya adalah perguruan tinggi yang menyelenggaraan program studi DIII dan DIV di berbagai Jurusan.

(10)    Direktur adalah pimpinan tertinggi penyelenggara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pembina tenaga pendidikan, mahasiswa dan tenaga administrasi dan bertanggung jawab kepada Kapusdiklatnakes BPPSDM Kemenkes RI di Jakarta.

(11)    Kajur adalah pimpinan unsur pelaksana akademik dalam suatu Jurusan.

(12)    Kaprodi adalah pimpinan unsur pelaksana akademik dalam suatu Prodi.

(13)    Dosen adalah tenaga akademik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar.

BAB II

Hak dan Kewajiban Mahasiswa

Pasal 2

Hak Mahasiswa

Setiap mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya mempunyai hak :

(1)       Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik;

(2)       Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai minat, bakat, dan kemampuan;

(3)       Memanfaatkan fasilitas dalam rangka kelancaran proses belajar;

(1)       Mendapat bimbingan akademik dari dosen dalam menyelesaikan studinya;

(2)       Memperoleh layanan informasi berkaitan dengan program studi yang diambilnya;

(3)       Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai peraturan yang berlaku;

(4)       Mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan;

(5)       Memperoleh penghargaan atas prestasi yang diperoleh sesuai peraturan yang berlaku.

Pasal 3

Kewajiban Mahasiswa

Setiap mahasiswa mempunyai kewajiban :

(1)       Mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya;

(2)       Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan

(3)       Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku;

(4)       Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dan menjaga kewibaan Poltekkes Kemenkes Surabaya,

(5)       Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomunikasi

BAB III

Larangan

Pasal 4

Setiap mahasiswa dilarang :

(1)       Melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan atau norma yang berlaku di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya;

(2)       Melakukan tindakan asusila baik di dalam maupun di luar Poltekkes Kemenkes Surabaya sehingga membuat buruk citra lembaga.

(3)       Menyalahgunakan nama lembaga dan segala bentuk atribut untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu;

(4)       Memalsukan atau menyalahgunakan karya ilmiah, surat, dokumen, kuitansi, nilai, tanda tangan dan rekomendasi pejabat, dosen, karyawan untuk kepentingan pribadi, orang lain atau kelompok tertentu;

(5)       Menyimpan, memiliki, atau menggunakan, meyewekan peralatan, barang milik Poltekkes Kemenkes Surabaya secara tidak sah;

(6)       Melakukan pencurian, mengotori, dan merusak ruangan, bangunan, peralatan dan sarana milik Poltekkes Kemenkes Surabaya;

(7)       Menimbulkan ketidaktertiban di lingkungan kampus;

(8)       Bertingkah laku melanggar norma susila, penghinaan, pencemaran nama baik Poltekkes Kemenkes Surabaya atau peraturan lain yang berlaku;

(9)       Membawa, menyimpan, mengedarkan, megkonsumsi dan memperdagangkan obat keras, minuman keras dan narkoba di dalam maupun di luar lingkungan kampus;

(10)    Melakukan kegiatan yang mengarah ke perjudian;

(11)    Membawa, menyimpan dan menggunakan senjata tajam, senjata api dengan disadari maupun tidak disadari dapat membahayakan diri sendiri dan atau orang lain;

(12)    Melakukan perkelahian di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

BAB IV

Pasal 5

Tata Krama Menyampaikan Pendapat

Tata karama menyampaikan pendapat diatur sebagai berikut :

(1)       Mahasiswa yang mau menyampaikan pendapat di depan umum wajib memberitahukan Kaprodi sebelumnya;

(1)       Mahasiswa yang mau menyampaikan pendapat berhak memperoleh perlindungan hukum dan jaminan keamanan;

(2)       Bentuk penyampaian pendapat dapat berupa dialog dengan nuansa akademik disertai pendapat tertulis;

(3)       Prosedur penyampaian pendapat diajukan minimal 2 hari sebelum pendapat dilakukan kepada Kaprodi.

BAB V

Pasal 6

Tata Krama Pergaulan

Tata Krama pergaulan mahasiswa adalah :

(1)       Mengembangkan semangat kekeluargaan dan saling menghormati tanpa membedakan latar belakang ekonomi, suku, agama, ras dan golongan;

(2)       Mengembangkan kepekaan sosial, kesetiakawanan, dan solidaritas antar sesama;

(3)       Mengembangkan sikap sopan santun dalam berperilaku dan berpikir;

(4)       Menampilkan sikap hormat dan menghargai pejabat, dosen, karyawan dengan menghindari berbicara dan berseda gurau secara berlebihan;

Pasal 7

Tata Krama Berkomunikasi

Tata krama berkomunikasi meliputi :

(1)       Tata krama mahasiswa dengan dosen meliputi :

  1. Mengenal dosen di lingkungannya
  2. Bersikap hormat kepada setiap dosen
  3. Pertemuan dengan dosen dalam bentuk konsultasi dan atau bimbingan didasarkan pada perjanjian sebelumnya
  4. Menjunjung tinggi kejujuran akademik

(2)       Tata krama mahasiswa dengan karyawan

  1. Mengenal pegawai administrasi sesuai dengan bidang urusan masing-masing
  2. Pada waktu memerlukan layanan mahasiswa perlu mempertimbangkan waktu dan memberitahukan identitas mahasiswa.
  3. Menunjukkan sikap sopan

(3)       Tata karma mahasiswa dengan mahasiswa

  1. Bersikap saling menghargai dan bersopan santun dalam pergaulan
  2. Saling membantu dan tidak saling merugikan
  3. Tidak merasa lebih pintar dari mahasiswa lain
  4. Saling mengingatkan apabila ada teman yang berbuat kesalahan

Pasal 8

Tata Krama Berpenampilan

Tata Krama berpenampilan adalah :

(1)       Mengenakan pakaian bersih, rapi, sopan, serasi dan tidak berlebihan sesuai dengan tempat, waktu dan situasi;

(2)       Mengenakan pakaian seragam sesuai aturan yang berlaku di Poltekkes Kemenkes Surabaya.

(3)       Pada saat upacara mengenakan pakaian seragam almamater lengkap

Pasal 9

Tata Krama Berorganisasi

Tata karma berorganisasi dilakukan sebagai berikut :

(1)       Organisasi yang diperbolehkan sesuai dengan pedoman adalah HIMA Poltekkes Kemenkes Surabaya Poltekkes Kemenkes Surabaya

(2)       Melakukan kegiatan sesuai dengan pedoman dan program kemahasiswaan yang berlaku

(3)       Menempati sekretariat HIMA sesuai peraturan yang berlaku

(4)       Memelihara hubungan baik antar organisasi kemahasiswaan di dalam maupun di luar kampus

Pasal 10

Tata Krama dengan Lingkungan

Tata Krama terhadap lingkungan diatur sebagai berikut :

(1)       Ikut serta memelihara fasilitas dan lingkungan kampus

(2)       Ikut menjaga keamanan dan kebersihan fasilitas ruang di kampus

(3)       Menjaga sarana dan prasarana milik kampus

(4)       Ikut menjaga ketertiban dalam parkir sepeda motor atau mobil di lingkungan kampus

Pasal 11

Sanksi

Setiap pelanggaran terhadap tata karma kehidupan kampus ini dikenai sanksi sebagai berikut :

(1)       Jenis sanksi

  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Dikenakan skorsing tidak boleh mengikuti kuliah satu semester
  4. Dikenakan skorsing tidak boleh mengikuti kuliah satu tahun
  5. Dicabut haknya sebagai mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya
  6. Penahanan ijazah
  7. Penundaan kelulusan
  8. Pembatalan kelulusan

(2)       Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi

  1. Dosen untuk jenis teguran lisan
  2. Kaprodi untuk jenis teguran tertulis
  3. Kajur untuk skorsing kuliah
  4. Direktur untuk pencabutan hak sebagai mahasiswa, penahanan ijazah, penundaan kelulusan dan pembatalan kelulusan.

(3)       Keputusan penetapan berisi ;

  1. Identitas mahasiswa lengkap
  2. Pertimbangan atau konsideran secara lengkap disertai fakta dan alat bukti
  3. Pasal-pasal yang dilanggar
  4. Isi keputusan
  5. Hari, tanggal, nama dan tanda tangan pihak yang menjatuhkan sanksi

Pasal 12

Ketentuan Penutup

Keputusan yang berisi tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diadakan perubahan seperlunya bila terdapat kesalahan atau karena penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.